Thoriqi Firdaus, S.Pd., M.Pd.
Dosen Universitas Pelita Bangsa
Uji Non-Parametrik
Sub-CPMK 6: Alternatif pengujian hipotesis ketika data tidak berdistribusi normal, memiliki pencilan (outlier), atau jumlah sampel sangat kecil.
Lihat bagaimana Wilcoxon menanganinya.
Apakah dua kelas memiliki hasil belajar berbeda?
Dosen membandingkan skor pemahaman konsep Kelas A dan B.
Pertanyaan Pembuka:
- Apakah kedua kelompok independen?
- Mengapa data dari kedua kelas digabung untuk menentukan peringkat?
- Apakah kelompok dengan jumlah peringkat tinggi otomatis beda signifikan?
*Perhatikan nilai 15 yang ada di Kelas A dan Kelas B. Mereka berbagi peringkat *(Tied Ranks)* rata-rata (5,5).
Apakah skor berubah setelah pembelajaran?
Mahasiswa diukur sebelum dan sesudah menggunakan media.
Pertanyaan Pemantik:
- Mengapa data sebelum & sesudah harus dipasangkan?
- Mengapa menggunakan peringkat dari nilai absolut selisih, bukan merangking skor aslinya?
- Apa arti tanda (+) dan (-) pada selisih?
A. Uji Mann–Whitney U (Pengujian Berbasis Peringkat)
Alternatif Uji-T Independen untuk membandingkan dua kelompok ketika data tidak berdistribusi normal.
Berdasarkan hasil penggabungan data Kasus A sebelumnya, kita memperoleh total peringkat masing-masing kelompok:
Untuk menentukan apakah perbedaan skor Kelas A dan B signifikan, nilai U hitung ini selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel distribusi U eksak atau uji Z (pendekatan asimtotik), dengan tetap memperhitungkan penyesuaian jika ada nilai data yang kembar (ties).
🔬 Virtual Lab: Wilcoxon Signed-Rank Test
Pengujian Perbedaan Berpasangan Berbasis Peringkat Selisih
| Subjek | Selisih (d = Post - Pre) | Nilai Mutlak (|d|) | Peringkat Absolut (R) | Tanda Selisih |
|---|
🔬 Virtual Lab Statistika Non-Parametrik
Uji Perbedaan Berbasis Peringkat (Mann-Whitney & Wilcoxon)
| Nilai Gabungan | Kelompok | Peringkat (Rank) |
|---|
| Subjek | Selisih (d) | Mutlak |d| | Peringkat Absolut |
|---|
📖 Panduan Mudah Membaca Hasil Data
Cara cepat mengartikan angka-angka output statistik non-parametrik tanpa pusing
| Kelompok | N | Mean Rank |
|---|---|---|
| Kelas A | 5 | 3.10 |
| Kelas B | 5 | 7.90 |
| Statistik | Nilainya |
|---|---|
| Mann-Whitney U | 0.500 |
| Asymp. Sig. (2-tailed) | 0.008 |
• Jika angkanya kurang dari 0.05 (< 0.05) ➔ Artinya Signifikan / Berbeda Nyata.
• Jika lebih dari 0.05 (> 0.05) ➔ Artinya tidak ada beda nyata.
| Jenis Peringkat | N | Mean Rank |
|---|---|---|
| Negative Ranks (Turun) | 1 | 1.00 |
| Positive Ranks (Naik) | 5 | 4.00 |
| Statistik | Nilainya |
|---|---|
| Z | -2.201 |
| Asymp. Sig. (2-tailed) | 0.028 |
📊 Uji Statistik Non-Parametrik Tambahan
Digunakan ketika asumsi normalitas data tidak terpenuhi atau berskala ordinal/nominal.
• N = Jumlah seluruh observasi gabungan seluruh kelompok.
• k = Jumlah kelompok yang dibandingkan (misal: 3 kelas).
• Rj = Jumlah peringkat (rank) pada kelompok ke-j.
• nj = Ukuran sampel (jumlah anggota) pada kelompok ke-j.
Untuk sampel yang memadai, nilai statistik H dibandingkan dengan distribusi Chi-Kuadrat (Chi-Square) dengan derajat kebebasan (df) sebesar k - 1. Jika hasil uji signifikan ($p < 0.05$), maka diperlukan analisis lanjutan (*post-hoc*) untuk mengetahui kelompok mana saja yang sebenarnya saling berbeda.
Melihat apakah peringkat (rank) salah satu kelompok jauh lebih mendominasi di atas kelompok lainnya. Sangat andal dan sering disandingkan dengan Independent Sample T-Test.
🚀 Eksplorasi: Uji Non-Parametrik Tingkat Lanjut
Pengembangan analisis peringkat ketika riset melibatkan lebih dari dua kelompok atau data multivariat kompleks.

